KEPALA BADAN


Selaku BUD mempunyai fungsi :
    1. Pengesahan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD;
    2. Pengendalian pelaksanaan APBD;
    3. Pemberian petunjuk teknis pelaksanaan system penerimaan dan pengeluaran kas daeah;
    4. Pemantauan pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh Bank yang telah ditunjuk;
    5. Pengusahaan dan pengaturan dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD;
    6. Penyimpanan uang daerah;
    7. Penetapan Surat Penyediaan Dana (SPD);
    8. Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D);
    9. Pelaksanaan proses usulan penunjukan pengelolaan keuangan daerah;
    10. Pengendalian penerimaan dan pengeluaran kas;
    11. Pelaksanaaan rekonsiliasi penerimaan dan pengeluaran kas daerah;
    12. Penerbitan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP);
    13. Pelaksanaan pemungutan/pemotongan dan penyetoran Perhitungan Pihak Ketuga (PPK);
    14. Pelaksanaan restitusi/pengembalian kelebihan pendapatan;
    15. Penyiapan kebijakan akuntansi keuangan daerah;
    16. Pelaksanaan system akuntansi pelaporan keuangan dan aset daerah;
    17. Penyusunan laporan keungan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;
    18. Penyiapan kebijakan, pedoman dan pembinaan pengelolaan aset daerah;
    19. Pelaksanaan evaluasi rancangan APBD, rancangan perubahan APBD, dan rancangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kabupaten/ kota;
    20. Pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan kabupaten/kota;
    21. Penyajian informasi keuangan dan aset daerah;
    22. Pengkoordonasian, pengumpulan bahan dan pemrosesan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR);
    23. Pengkoordinasian pengumpulan bahan pembiayaan daerah;
    24. Pengkoordinasian dan pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD); dan
    25. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur.